Komparasi Matik 110cc Injeksi (bag.3), Handling dan Riding Position
Lanjut ke bagian ketiga membandingakan tiga matik 110 cc
injeksi. Kali ini beranjak ke riding position dan handling. Pertanyaanya
mana yang paling nyaman? Tapi enggak cuma nyaman harus gesit dan mudah
dikendarai juga. Masing-masing punya keunggulan.
Riding positionDari
posisi duduk kita awali ulasan kali ini. Honda BeAT FI menawarkan
posisi duduk pengendara yang santai. Setangnya paling tinggi bila
dibandingan dengan Suzuki Nex FI dan Yamaha Mio J. Udah gitu, joknya
lebih rendah dari versi sebelumnya tapi dek pijakan kakinya tinggi.
Posisinya jadi lebih rilex dan dirasa sangat pas.
Selain kaki
tidak perlu lagi jinjit (untuk tinggi pengendara 165 cm) karena jok
sudah lebih rendah, kelebihan lainnya adalah dek pijakan kakinya lebih
luas, kaki lebih leluasa bergerak dan bisa meletakan barang lebih banyak
nih!
Tapi joknya yang dibuat landai pada bagian samping
kanan-kiri membuat bagian jok yang menempel di pantat lebih sedikit,
efeknya ketika jalan jauh lumayan bikin pegal heee.. Ditambah lagi,
busanya paling keras bila dibandingkan kompetitor.
Jok Mio J paling empuk, Dek Nex FI paling sempit
Sedang Mio J beda lagi, diantara kompetitornya ini yang paling
ramah buat pengendara bertubuh pendek. Posisi joknya yang rendah dan
busa jok empuk membuat kaki sangat mudah menjangkau tanah.
Desain
jok yang lebar dan panjang membuat pantat tidak cepat panas. Sampai
pembonceng pun merasakan hal yang sama. Joknya lebar dan empuk sampai ke
belakang.
Baik BeAT FI maupun Mio J sama-sama menyediakan
footstep buat boncenger. Bedanya Mio J tampil sporty dengan pijakan kaki
lipat model alumunium, sedang Honda BeAT FI lebih besar dan dilapis
karet. Seharusnya sih yang pakai karet tidak licin, sayang belum dicoba
ketika hujan. Pada kondisi kering normal, keduanya sama-sama nyaman
untuk pembonceng.
Terakhir adalah Suzuki Nex FI. Bentuknya
ramping dan mungil. Posisi duduknya juga tidak terlalu tinggi, masih
nyaman dengan jok yang pas lebarnya. Sayangnya dek pijakan kakinya
terlalu sempit, ukuran sepatu 42 ke atas dijamin sulit bergerak.
Jarak
antara setang dengan jok juga terasa sempit. Buat boncenger, pijakan
kaki model dek lebar memang menyenangkan. Kaki pembonceng bisa lebih
leluasa atur posisi.
HandlingSuspensi depan Honda BeAT
FI cukup oke, jarak mainnya panjang juga bebas dari bunyi-bunyian aneh.
Ketika melewati jalanan rusak atau speed trap, enggak bikin tangan
pegal.
Tapi yang belakang jelas sekali Honda ingin mengutamakan
kenyamanan. Kadang terasa terlalu empuk, terasa mengayun berlebih ketika
lewat polisi tidur, tapi ketika boncengan baru deh terasa pas
redamannya.
Dipakai menikung atau zig-zag diantara kemacetan, masih
tergolong lincah. Menikung kencang pun suspensinya secara over all masik
tergolong oke, ban menapak sempurna. Remnya juga istimewa, khususnya
yang mengadopsi combine brake system (CBS), pakem dan bikin pede.
Dengan
CBS, sekali tarik rem belakang, maka secara otomatis rem depan juga
ikut bekerja. Distribusi pengereman selalu ideal juga mencegah roda
belakang terkunci.
Suspensi depan dan belakang Mio J tergolong agak keras dengan
jarak main tidak terlalu panjang. Tapi untuk menikung di jalanan halus
jadi lebih tenang. Untungnya joknya paling empuk, guncangan jalan rusak
ke badan jadi tidak terlalu terasa. Rem depan-belakangnya juga pakem,
oke lah untuk harian!
Suzuki Nex FI paling heboh diajak jalan-jalan. Bobotnya ringan
membuat karakter lincahnya makin mudah ditekuk kanan-kiri. Ketemu
kemacetan enggak ada masalah.
Tapi waktu full throttle dan
speedometer menunjukan angka 90-100 km/jam, motor terasa goyang. Apalagi
kalau jalan yang dilalui tidak terlalu rata, akan makin terasa. Maklum
bobotnya enggak sampai 90 kilogram.
Jadi pilih mana?